Workaholic & Style – Tuneeca Blog


Luna (28 th) adalah manajer marketing di sebuah perusahaan developer ternama. Selain smart, aktif dan loyal, sosok Luna menjadi icon di instansi tersebut. Bukan lantaran dia seorang yang cantik tetapi seorang yang sangat bertanggung jawab terhadap pekerjaannya. Tidak cepat puas dan perfeksionis adalah sifat utama dari wanita yang memiliki penampilan serba casual dan chic ini. Untuk mengejar target, dia melakukan promosi ke berbagai perusahaan , investor asing dan dalam negeri. Berbagai macam pekerjaaan yang berhubungan dengan promosi selalu ditangani oleh luna sendiri. Berbagai klien yang sering dihadapinya, seolah-olah luna tidak ingin menggap remeh penampilan. Dalam hal berpakaian dia selalu ingin tampil rapi dan modis. Agar selalu tampil menarik, Luna selalu menyesuaikan pakaian kerja dan make up yang ia gunakan. Selain itu Luna yang masih single ini, merupakan pengikut trend mode. Selalu aware dengan style yang lagi update. Dia beranggapan bahwa seseorang yang workaholic pun harus selalu berpenampilan menarik di setiap kondisi.

Workaholic VS Style

Cerita singkat di atas menggambarkan sesorang wanita yang gila kerja atau yang dikenal dengan istilah “workaholic”. Dalam media massa workaholic adalah istilah untuk orang-orang yang gemar bekerja berlebihan sampai melupakan seluruh aspek kehidupannya. Workaholic juga ditujukan untuk mereka yang mendapat kepuasan dari melakukan pekerjaannya ataupun mereka yang memprioritaskan pekerjaan di atas hal lain. Walaupun memiliki sifat “workaholic” namun tidak mengesampingkan penampilan yang rapi, modis dan tetap elegan. Penampilan merupakan hal yang penting dalam kehidupan sehari-hari. Apalagi sebagai seorang wanita karier, kita dituntut untuk berpenampilan rapih, sopan dan elegan. Sehingga diperlukan padu padan model busana, make up dan aksesoris lain untuk memberikan nilai lebih pada penampilan kita.

Retro style “Workaholic Chic”

Kombinasi warna terang dan netral menjadi ciri khas tren busana kantoran pada 2011. Padanan busana kerja yang bersifat professional look, powerfull, dan multifungsi diperlukan dalam berbagai suasana kerja baik di kantor ataupun sedang bertugas di luar. Kesan akhir yang ingin diciptakan adalah gaya Retro “Workaholic chic” merupakan gaya busana ladylike look era 1970 – 1980 -an juga menjadi inspirasi koleksi busana kantoran “tahun kelinci” ini. Salah satu tren busana kerja 2011 adalah  print. paduan warna terang dengan warna netral dan memakai baju-baju bermotif. Dapat mengubah penampilan sehingga tidak membosankan sangat sesuai untuk anda yang aktif.

Gaya Urban Elegan dan Preppy Chic

Konsep busana kerja ala Centro ini menekankan pada permainan warna dan motif. Gaya simpel elegan penampilannya lebih klasik dan berkesan dewasa. Untuk menciptakan penampilan gaya ini gunakan gaun midi yang dipadukan dengan blazer ngatung, atau LB yang dipadukan dengan tweed jacket, serta gaun bermotif dan trench coat. Sedangkan untuk gaya preppy chic, penampilan yang ingin ditampilkan adalah kesan rapi namun tetap kasual dan bergaya anak muda. Penampilan ini cocok dipilih oleh perempuan muda yang baru saja memasuki dunia kerja.  Selain itu, busana kantoran yang umum seperti blus, celana panjang, dan blazer klasik bisa dipadukan dengan berbagai pilihan. Dipadukan dengan cardigan dalam warna cerah, atau rok midi model klok bermotif garis yang identik dengan gaya nautical.

Outerwear yang Stylish

Tren busana kantor untuk 2011 juga menekankan pada pemakaian outerwear yang lebih stylish seperti trench coat. Blazer klasik seperti tweed blazer akan tetap jadi andalan. Untuk bawahan, celana palazzo yang pipa celananya lebar menjadi pilihan. Sedangkan untuk rok ke kantor sebaiknya pilih model flare atau A-line.


Post Views: 869