Tri Mumpuni – Gerakan Satu Desa Satu Listrik


Sosok Tri Mumpuni memang kurang akrab di telinga kita. Namun, bagi masyarakat desa yang tersebar di pelosok terpecil, justru Tri Mumpuni dianggap sebagai figur yang sangat berjasa. Melalui programnya ‘Satu Desa Satu Listrik’, dia berhasil membangunkan potensi dan memberdayakan masyarakat desa dalam usaha membebaskannya dari belenggu kemiskinan dengan meningkatkan taraf kesejahteraan.

Tri Mumpuni lahir di Semarang pada tanggal 6 Agustus 1964. Ia merupakan anak dari pasangan Wiyatno (alm.) dan Gemiarsih. Kedua orang tuanya mengajarkan untuk berbagi dan memberi. Bahkan, pada kelas 4 SD ia sudah ikut ibunya keliling ke kampung-kampung mengobati orang yang kena penyakit koreng. Dari pengalaman itulah, ia mendapat pelajaran bahwa dari proses hubungan manusia itu uang bukan segala-galanya.

Tri pertama kali membangun pada tahun 1997 Dusun Palanggaran dan Cicemet, enklave di Gunung Halimun, Sukabumi, Jawa Barat, yang mereka terangi dengan listrik tahun 1997. Untuk mencapai tempat itu harus berjalan kaki sembilan jam atau naik motor yang rodanya diberi rantai sebab jalan setapaknya licin. “Uang dari listrik dipakai membangun jalan berbatu yang bisa dilalui kendaraan beroda empat. Ini membuka peluang membantu 10 dusun lain,” kata Puni. Yang banyak membantu adalah kedutaan Jepang.
Ia sama sekali tidak mendapat bantuan dari manapun. Awalnya masyarakat masih susah dimintai iuran. Namun setelah enam bulan berlalu, Puni kembali lagi ke Dusun Palanggaran. Hal tak disangka pun terjadi. Di desa tersebut sudah memiliki kas sebesar Rp 23 juta. Uang dari listrik dipakai membangun jalan berbatu yang bisa dilalui kendaraan kendaraan beroda empat. Ini membuka peluang membantu 10 dusun lain.

Dalam acara Kick Andy, edisi Jum’at, 6 Juli 2012 ia punya satu semboyan: “Ibu-ibu yang membeli tas hingga jutaan rupiah, mereka sebenarnya telah melakukan dosa sosial tanpa disadari. Karena masih banyak orang-orang yang hidup dalam kemiskinan dan menderita kelaparan di penjuru negeri”.
Ia merupakan ibu yang baik, rendah hati, dan bersahaja. Ia adalah tokoh yang diidolakan oleh Amilia Agustin. Ia pun juga mendapat pujian dari Presiden Amerika Serikat, Barack Obama dalam acara pertemuan Presidential Summit on Entrepreneurship. Hingga saat ini Tri Mumpuni masih melanjutkan perjuangannya untuk menerangi desa-desa terpencil yang belum terjamah oleh listrik. Dan hal tersebut saat ini sudah mulai didukung oleh Pemerintah Indonesia.

Picture & Article Source :
www.kompasiana.com
www.wikipedia.com
http://sea-dd.com/