Ketika si Kecil Batuk Pilek


Anak batuk pilek, bunda mana yang tega melihat sang buah hati sakit. Walaupun hanya batuk pilek biasa, tapi seorang ibu bakalan ikut repot dan kepikiran sekali melihat anak batuk pilek. Namun jangan cepat-cepat membawa anak ke dokter dulu. Apalagi zaman sekarang, kok sepertinya dokter lebih sering membelikan antibiotik dikalau anak-anak kita sakit. Nah, ternyata banyak dari kita sebagai orangtua tidak tau apa itu antibiotik yuk sama-sama kita telusuri apa itu antibiotik.


Pilek dan flu disebabkan oleh virus. Minum antibiotik untuk mengobati penyakit virus lebih banyak dampak buruknya daripada manfaatnya. Menurut dr Zubairi Djoerban, spesialis penyakit dalam dan guru besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, bila kita batuk pilek, leher terasa sakit, bersin-bersin, ataupun bronkitis akut, maka mungkin sekali penyebabnya adalah virus. Antibiotik sama sekali tidak bisa membunuh virus, tidak membuat yang sakit merasa lebih nyaman, tidak mempercepat penyembuhan, juga tidak bisa mencegah penularan ke orang lain.

Antibiotik sama sekali tidak bisa membunuh virus, tidak membuat yang sakit merasa lebih nyaman, tidak mempercepat penyembuhan, juga tidak bisa mencegah penularan ke orang lain.

Antibiotik diperlukan untuk mengobati penyakit yang disebabkan bakteri. Jadi tidak ada gunanya, bahkan ada dampak buruknya bila diberikan untuk mengatasi penyakit jamur atau virus. Pemakaian antibiotik yang keliru memudahkan timbulnya kuman dan bakteri menjadi resisten, tidak mempan antibiotik.

Apa beda antara bakteri dan virus? Menurut Zubairi, keduanya memang dapat menyebabkan penyakit, namun bakteri adalah makhluk bersel satu, sedangkan virus jauh lebih kecil dari bakteri, hanya berisi segmen pendek materi genetik yang dibungkus sampul protein. Berbeda dari bakteri, virus masuk ke dalam sel dan memanfaatkan bagian dari sel yang diinfeksi untuk mereproduksi dan berkembang biak. Bisa dipahami bahwa antibiotik tidak bisa membunuh virus, karena virus sudah bergabung dengan sel manusia yang diinfeksi.

Masalah resisten antibiotik menjadi masalah kesehatan masyarakat yang penting di seluruh dunia. Resisten antibiotik muncul, ketika bakteri berubah, sehingga obat-obat tidak efektif lagi. Pemakaian antibiotik yang berlebihan, terlalu sering, atau tidak tepat, memudahkan bakteri menjadi resisten antibiotik, sehingga ketika satu saat kita benar-benar memerlukan antibiotik tersebut, mungkin sekali tidak efektif. ”Jadi, jangan minta antibiotik ke dokter, apalagi membeli sendiri antibiotik hanya karena Anda batuk pilek,” ujarnya.
Apakah bunda sudah paham tentang Antibiotik?

Setelah beberapa kali saya dapet broadcast, baca-baca di internet, ternyata lebih baik klo kita tidak buru-buru membawa si kecil berobat ke dokter. Apalagi meminta dibuatkan resep antibiotik. Sudah hampir satu tahun saya menjauhi anak saya terhadap obat-obat dokter. Kalau memang sakit si kecil tidak parah saya mengobati si kecil sendiri di rumah.
Adapun tips untuk mengurangi/mengobati batuk pilek si kecil yang sering saya gunakan dan bisa jadi referensi bunda-bunda di rumah :

1. Usahakan anak minum air putih hangat sesering mungkin untuk membantu proses pengeluaran lendir/dahak.
2. Berikan Jus jeruk dan madu dengan royal jelly dua kali sehari (pagi ketika perut kosong untuk yang biasa makan buah pagi dan malam sebelum tidur)
3. Bimbing anak untuk menghirup uap air panas yang dicampur beberapa ramuan herbal pada pagi dan sore hari selama 10-15 menit. Ramuan Herbal dibuat dengan cara mendidihkan 1 liter air lalu masukkan ke dalamnya 1 ruas ibu jari jahe, sejumput cengkih, 1 sdm garam, sedikit daun mint atau essens mint jika ada. uap air ini untuk melonggarkan saluran nafas dan mengeluarkan lendir/dahak.


4. Kompres dengan air hangat menggunakan handuk kecil di sekitar hidung, kening, muka dan bagian dada.
5. Memijat bagian muka, terutama pada sekitar mata dan kening dengan minyak bayi. Pijat juga pada bagian dada dan punggung belakang dengan minyak hangat.
6. Bila anak tidak berselera makan berikan air madu hangat sesering mungkin ditambah jus buah-buahan secukupnya.

Nah, daripada ke dokter dan mengkonsumsi obat-obatan kimia alangkah baiknya kita lakukan penanganan secara tradisonal di rumah. Penanganan batuk pilek pada anak secara tradisional akan lebih aman dan menghindarkan anak dari konsumsi obat secara berlebihan.

Semoga bermanfaat 🙂

(Rini Dessy Arty)


Post Views: 1,020